-
Badul: Orangutan jantan ini pernah menjadi tontonan di taman hiburan Sinka Island Park, Singkawang, dengan kondisi kandang yang tidak layak. Selama delapan tahun di YIARI, Badul belajar kembali cara hidup liar hingga berat badannya naik empat kali lipat.
-
Korwas: Betina korban perdagangan satwa online ini datang dengan kondisi kulit penuh infeksi jamur. Kini, ia telah pulih dan memiliki insting liar yang kuat untuk menjauhi manusia.
-
Asoka: Diselamatkan dari pemeliharaan warga yang memberinya susu kental manis, Asoka butuh waktu sepuluh tahun untuk belajar memanjat dan membuat sarang secara mandiri.
Transparansi Konservasi
Direktur Program Operasional YIARI, Argitoe Ranting, menyambut baik keterbukaan informasi dalam kegiatan ini.
Baca Juga: BKSDA-YIARI Berhasil Translokasi Induk dan Anak Orangutan yang Masuk Perkebunan Warga
Menurutnya, publikasi kegiatan konservasi penting untuk edukasi dan transparansi, setelah sempat mengalami pembatasan di tahun-tahun sebelumnya yang justru menghambat penanganan konflik satwa di lapangan.
Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, berharap ketiga orangutan ini dapat berkembang biak dan menambah populasi di alam liar.
Hal senada disampaikan Kepala Balai TNBBBR, Persada Agussetia Sitepu, yang menegaskan komitmen pengawasan pasca-pelepasliaran untuk memastikan adaptasi mereka berjalan lancar.
(ra)
















