3. Pendidikan untuk Penjinakan vs Pembebasan
Freire membedakan pendidikan menjadi dua: pendidikan untuk penjinakan (domestication) dan pendidikan untuk pembebasan (liberation).
Pendidikan penjinakan bertujuan mencetak manusia yang patuh pada sistem, siap menjadi buruh, dan tidak banyak menuntut.
Relevansi di Indonesia:
Sering kali tujuan sekolah di Indonesia direduksi hanya sebatas “agar mudah cari kerja”.
Fokus sekolah kejuruan (SMK) dan universitas yang terlalu link and match dengan industri, tanpa dibarengi penguatan humaniora dan berpikir kritis, berpotensi hanya mencetak “sekrup-sekrup” industri.
Kita mencetak pekerja yang terampil, namun sering kali gagap saat menghadapi masalah sosial atau ketidakadilan di lingkungannya.
4. Pentingnya Penyadaran (Conscientization)
Solusi yang ditawarkan Freire adalah Conscientization atau penyadaran kritis.
Pendidikan harus membuat murid sadar akan realitas sosialnya, sadar bahwa kemiskinan atau kebodohan bukanlah takdir, melainkan akibat dari struktur yang tidak adil.
Relevansi di Indonesia:
Sistem pendidikan kita sering kali mencabut anak dari akarnya. Anak desa diajari gaya hidup kota lewat buku paket.
Masalah-masalah konkret di sekitar sekolah (sampah, banjir, korupsi desa) jarang dijadikan bahan ajar.
Pendidikan semestinya mengajak siswa memecahkan masalah (problem posing education) yang ada di hadapan mereka, bukan menghafal nama sungai di benua lain yang tidak pernah mereka lihat.
Kesimpulan: Menuju Merdeka Belajar yang Sejati
Buku Pendidikan Kaum Tertindas adalah cermin retak bagi wajah pendidikan kita.
Upaya pemerintah melalui “Merdeka Belajar” sebenarnya memiliki nafas yang serupa dengan ide Freire memberikan otonomi pada siswa dan guru.
Namun, mengubah kurikulum di atas kertas jauh lebih mudah daripada mengubah mentalitas “gaya bank” yang sudah puluhan tahun bercokol di kepala para pendidik dan masyarakat kita.
Pendidikan sejati seharusnya memanusiakan manusia, bukan mencetak robot yang pintar menghafal.
Baca Juga: Susah Fokus? Ini 5 Tempat Membaca Buku Paling Damai untuk Menghabiskan Bacaanmu
(*Mira)
















