Percepat Distribusi Logistik, Perbaikan Akses Jalan dan Jembatan di Aceh Dikebut

Alat berat dan personel gabungan saat melakukan perbaikan akses jalan dan pemasangan jembatan darurat di wilayah Provinsi Aceh guna memulihkan jalur distribusi logistik, Sabtu (13/12).
Alat berat dan personel gabungan saat melakukan perbaikan akses jalan dan pemasangan jembatan darurat di wilayah Provinsi Aceh guna memulihkan jalur distribusi logistik, Sabtu (13/12). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, BANDA ACEH – Pemerintah daerah bersama Pemerintah Pusat dan TNI terus menggenjot perbaikan akses jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.

Langkah percepatan ini dilakukan guna mengatasi kendala pendistribusian bantuan logistik yang sempat terhambat akibat infrastruktur yang rusak pascabencana.

Baca Juga: Bulog Terbangkan 20 Ton Beras ke Bener Meriah dan Aceh Tengah

Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan signifikan di beberapa titik krusial.

Salah satunya adalah jembatan Krueng Meureudu yang menghubungkan wilayah Pidie Jaya-Bireuen.

“Jembatan Krueng Meureudu sudah berfungsi secara terbatas pada Jumat (12/12). Pemerintah daerah saat ini masih melakukan perbaikan lanjutan pada jembatan yang menghubungkan jalan tersebut, sementara jalan nasional penghubung kecamatan terus dikebut penyelesaiannya,” demikian keterangan resmi dalam laporan Pospenas.

Kondisi Jalan Nasional Wilayah Tengah

Tantangan berat masih dihadapi pada ruas jalan nasional Pidie-Aceh Tengah melalui jalur Geumpang-Pameu-Simpang Uning yang dilaporkan masih putus.

Kendati demikian, akses dari Gumpang menuju Pameu kini sudah dapat ditembus oleh kendaraan roda empat hingga Kecamatan Rusip Antara.

Namun, percabangan jalan nasional hingga Takengan belum dapat diakses karena terdapat tiga jembatan yang putus.

Baca Juga: Pospenas Aceh Terima 7 Ton Bantuan Logistik dari Alumni ITS

Proses pembersihan material longsor berskala besar masih terus dilakukan di antara Kabupaten Pidie menuju Aceh Tengah.

Di sisi lain, progres positif terlihat pada akses Aceh Tengah-Nagan Raya via Lhok Seumot-Jeuram. Jalur ini, termasuk dari ujung jembatan Krueng Beutong ke Lhok Seumot-Jeuram, sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Proses penimbunan pada bagian ujung jembatan dan badan jalan terus dilakukan agar fungsional. Pemerintah menargetkan perbaikan selesai pada 17 Desember 2025,” tambah laporan tersebut.

Progres Pemasangan Jembatan Bailey

Untuk jalur Gayo Lues menuju Aceh Tenggara melalui Kutacane, kondisi jalan nasional masih terputus akibat dua jembatan rusak dan amblasnya badan jalan.

Tim gabungan tengah melakukan penimbunan dan pemasangan jembatan darurat (bailey) untuk membuka akses penuh.

Kabar baiknya, satu titik di ruas STA14+400 sudah terhubung dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat pada Sabtu (13/12).

Pemerintah memfokuskan perbaikan akses jalan dengan memprioritaskan penyelesaian empat jembatan bailey. Tiga di antaranya berada di Kabupaten Bireuen dengan rincian progres per Sabtu (13/12) sebagai berikut:

  1. Jembatan Teupin Reudeup (penghubung Bireuen-Lhokseumawe): Progres mencapai 90 persen.

  2. Jembatan Kutablang (wilayah Bireuen): Progres mencapai 40,7 persen, meningkat dari 28 persen sehari sebelumnya.

  3. Jembatan Teupin Mane (penghubung Bireuen-Takengon): Progres mencapai 92 persen atau hampir fungsional penuh.

Sementara itu, satu jembatan lainnya yakni Jembatan Jeurata yang menghubungkan Pidie-Takengon di Kabupaten Aceh Tengah masih menunjukkan progres lambat sekitar 1 persen.

Baca Juga: Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

Hal ini disebabkan akses jalan menuju lokasi jembatan belum dapat dilalui oleh kendaraan besar pengangkut material.

Faktor cuaca dengan curah hujan tinggi juga menjadi kendala yang berpotensi memperlambat pekerjaan.

Meski demikian, seluruh personel di lapangan terus bekerja keras memastikan konektivitas kembali normal demi kelancaran mobilisasi warga dan bantuan.

(*Red)