Bukan Sekadar Pakan Ternak! Ini 5 Manfaat Ilmiah Rumput Gajah bagi Ekonomi dan Lingkungan

"Dikenal dengan nama latin Pennisetum purpureum, rumput gajah memiliki kandungan protein tinggi dan fungsi ekologis vital. Simak 5 manfaatnya berdasarkan data ilmiah di sini."
Dikenal dengan nama latin Pennisetum purpureum, rumput gajah memiliki kandungan protein tinggi dan fungsi ekologis vital. Simak 5 manfaatnya berdasarkan data ilmiah di sini. (Dok. Ist)

Tanaman ini termasuk dalam kategori tanaman C4, yang artinya memiliki efisiensi fotosintesis sangat tinggi dan tumbuh sangat cepat.

Penelitian menunjukkan bahwa rumput gajah memiliki produksi biomassa yang sangat besar, mencapai 40-80 ton bahan kering per hektar per tahun.

Kandungan selulosanya yang tinggi dapat diolah menjadi bioetanol atau biogas melalui proses fermentasi, menjadikannya alternatif ramah lingkungan pengganti bahan bakar fosil.

4. Agen Fitoremediasi (Penyerap Racun Lingkungan)

Studi lingkungan menemukan kemampuan unik rumput gajah sebagai agen fitoremediasi.

Artinya, tanaman ini mampu menyerap dan menetralkan polutan berbahaya di dalam tanah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Pennisetum purpureum mampu tumbuh di tanah yang tercemar logam berat atau limbah industri, dan secara aktif menyerap zat-zat tersebut melalui akarnya tanpa mati.

Kemampuan ini sering dimanfaatkan untuk memulihkan lahan kritis bekas tambang atau lahan yang terpapar limbah kimia.

5. Menjaga Ketersediaan Pakan di Musim Kemarau

Salah satu keunggulan fisiologis rumput gajah adalah toleransinya yang tinggi terhadap kekeringan.

Meskipun pertumbuhannya melambat, ia mampu bertahan hidup lebih baik dibandingkan jenis rumput lunak lainnya saat curah hujan rendah.

Selain itu, rumput gajah sangat cocok untuk diawetkan melalui proses silase (fermentasi pakan).

Peternak dapat memanen rumput gajah secara massal saat musim hujan, lalu mengolahnya menjadi silase untuk stok pakan berkualitas tinggi saat musim kemarau tiba, memastikan ternak tidak kekurangan nutrisi sepanjang tahun.

Rumput gajah membuktikan bahwa tumbuhan yang tampak sederhana bisa memiliki dampak yang kompleks dan luas.

Dari memastikan sapi tetap gemuk, menjaga tanah agar tidak longsor, hingga berpotensi menjadi bahan bakar kendaraan kita di masa depan.

Membudidayakan rumput gajah bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga investasi bagi lingkungan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Jangan Dibuang! Ini 6 Manfaat Ajaib Kulit Manggis untuk Kulit Wajah Glowing dan Awet Muda

(*Mira)