“Akhir-akhir ini kita melihat di Media Sosial yang luar biasa, penggunaan media sosial yang tidak pada tempatnya dan saya minta dari Gerakan Pramuka bisa memberikan contoh teladan bagi masyarakat karena karakter – karakter Pramuka bisa memberikan contoh kepada masyarakat khususnya di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Tidak hanya soal karakter, Gubernur juga mendorong agar pramuka terus mengambil peran nyata dalam berbagai aksi sosial.
Mulai dari edukasi kebencanaan, aksi peduli lingkungan, kampanye kesehatan, hingga penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Baca Juga: Sambut Bulan Bakti Pramuka 2025, Pramuka Kwarda Kalbar Gelar Aksi Donor Darah
Musda kali ini memiliki agenda penting, yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2020–2025, penyusunan rencana strategis untuk periode 2025–2030, serta pemilihan Ketua Kwarda Kalimantan Barat yang baru.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kalbar yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Musyawarah Daerah merupakan forum tertinggi Gerakan Pramuka di tingkat provinsi, tempat arah organisasi dirumuskan, program diperbarui, dan komitmen kolektif diteguhkan. Musda tahun ini memiliki arti yang sangat penting, mengingat Gerakan Pramuka dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi jati dirinya,” ungkap Norsan.
Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari 14 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kalimantan Barat.
Setiap cabang mengirimkan perwakilan yang terdiri dari Ketua Kwarcab, unsur pimpinan, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Kapusdiklatcab), serta Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC).
(Irf/Irm)
















