3. Margin Call
Sering muncul di film: Margin Call
Istilah ini sangat menakutkan bagi trader dan menjadi judul film yang menegangkan.
Margin Call terjadi ketika Anda berinvestasi menggunakan uang pinjaman (margin) dari broker, dan nilai saham yang Anda beli turun drastis hingga di bawah batas minimal jaminan.
Broker akan menelepon (memanggil/call) Anda untuk segera menyetor uang tunai tambahan. Jika tidak punya uang? Broker akan menjual paksa aset Anda dalam posisi rugi.
4. Blue Chip
Sering muncul di film: Wall Street
Sering mendengar tokoh senior menyarankan bermain aman di saham “Blue Chip”?
Istilah ini diambil dari keping koin poker (chip) yang berwarna biru, yang memiliki nilai tertinggi.
Dalam saham, Blue Chip merujuk pada saham perusahaan besar yang memiliki reputasi nasional, kondisi keuangan prima, dan sudah beroperasi puluhan tahun.
Ini adalah jenis saham yang “tahan banting” dan relatif aman untuk pemula dibanding saham gorengan.
5. Bullish & Bearish
Sering muncul di film: Hampir semua film saham
Dua hewan ini adalah simbol abadi pasar modal.
- Bull (Banteng): Melambangkan pasar yang sedang naik atau bergairah. Filosofinya diambil dari cara banteng menyerang musuh dengan menanduk ke arah atas.
- Bear (Beruang): Melambangkan pasar yang sedang turun atau lesu. Filosofinya diambil dari cara beruang menyerang dengan mencakar ke arah bawah.
Jadi, jika karakter film berkata “The market is bullish,” artinya pasar sedang optimis dan harga-harga naik.
Memahami kelima istilah di atas tidak hanya akan membuat Anda lebih nyambung saat menonton drama keuangan Hollywood, tetapi juga menjadi bekal dasar yang solid sebelum terjun langsung berinvestasi.
Ternyata, belajar ekonomi tidak harus selalu di kelas, bukan?
Baca Juga: Bukan Judi, Ini 5 Strategi Cuan Bermain Saham untuk Pemula agar Tidak Boncos
(*Mira)















