Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda menonton film seperti The Big Short atau The Wolf of Wall Street, lalu merasa bingung saat para tokohnya berteriak tentang “Shorting”, “IPO”, atau “Margin Call“? Tenang, Anda tidak sendirian.
Dunia pasar modal memang memiliki bahasanya sendiri.
Sering kali, kenikmatan menonton film bertema keuangan berkurang hanya karena kita tidak memahami istilah kunci yang menjadi inti konflik cerita.
Padahal, istilah-istilah ini bukan hanya “bahasa film”, tapi juga konsep dasar investasi di dunia nyata.
Baca Juga: Belajar Investasi Sambil Rebahan? Ini 5 Film Saham Terbaik yang Wajib Ditonton Trader Pemula
Agar sesi nonton film Anda lebih seru dan wawasan investasi Anda makin tajam berikut adalah 5 istilah saham populer di film yang wajib diketahui pemula.
1. IPO (Initial Public Offering)
Sering muncul di film: The Wolf of Wall Street
Ingat adegan saat Jordan Belfort memotivasi timnya untuk menjual saham perusahaan sepatu Steve Madden? Itu adalah momen IPO.
Secara sederhana, IPO atau Penawaran Saham Perdana adalah momen ketika sebuah perusahaan tertutup (swasta) pertama kali menjual sahamnya kepada masyarakat umum (publik) di bursa saham.
Ini adalah momen “kelahiran” saham perusahaan tersebut di pasar, di mana investor ritel seperti kita akhirnya bisa ikut membelinya.
2. Short Selling (Jual Kosong)
Sering muncul di film: The Big Short
Ini adalah konsep yang membuat karakter Michael Burry kaya raya saat pasar hancur. Normalnya, kita beli saham di harga rendah dan jual di harga tinggi (Buy Low, Sell High). Namun, dalam Short Selling, urutannya dibalik.
Investor meminjam saham untuk dijual saat harga tinggi, dengan harapan harganya akan jatuh.
Saat harga jatuh, ia membelinya kembali dengan harga murah untuk dikembalikan.
Selisih harga jual (tinggi) dan beli kembali (rendah) itulah keuntungannya.
Intinya: bertaruh bahwa harga akan turun.















