Sejak diluncurkan pada 1991, 16 HAKTP berkembang menjadi salah satu kampanye internasional terbesar. lebih dari 180 negara turut memperingati melalui berbagai kegiatan seperti kampanye publik, aksi jalanan, diskusi, edukasi, hingga advokasi kebijakan.
Kampanye ini mendorong pemerintah, PBB, lembaga internasional, hingga komunitas lokal untuk meningkatkan komitmen terhadap penghapusan kekerasan berbasis gender.
Baca Juga: Buka Mata, Buka Hati: 5 Buku Wajib Baca Selama Kampanye 16 HAKTP
Awal Mulai di Indonesia
Di Indonesia, kampanye 16 HAKTP dikenal luas sejak akhir 1990-an, seiring menguatnya gerakan perempuan pasca Reformasi. Organisasi masyarakat sipil, lembaga pendamping korban, hingga kampus menyelenggarakan kegiatan yang menyoroti kekerasan terhadap perempuan.
Isu yang diangkat pun makin beragam, mulai dari kekerasan domestik, pelecehan seksual, perdagangan perempuan, hingga kekerasan daring yang semakin meningkat.
Memahami sejarah 16 HAKTP menunjukkan bahwa kampanye ini merupakan hasil perjuangan panjang dan berserikat. Ia bukan sekedar agenda tahunan, tetapi sebuah strategi global untuk memastikan kekerasan terhadap perempuan tidak diabaikan.
(*Sari)
















