Shalawat Akbar dan Turnamen Olahraga
Selain aksi sosial, peringatan Hakordia kali ini juga diisi dengan pendekatan spiritual dan rekreatif. Kegiatan dilanjutkan dengan Shalawat Akbar yang dipimpin oleh Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf.
Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur turut hadir dalam acara ini. Pelibatan santri dinilai strategis karena pesantren merupakan pilar pendidikan etika di akar rumput.
Sementara itu, untuk menjangkau generasi muda, Ketua DPW GN-PK Jawa Timur, Putera, bersama panitia menggelar turnamen padel dan biliar.
Kompetisi olahraga ini membawa pesan sportivitas dan kejujuran sebagai nilai dasar dalam pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Ketua GN-PK Kalimantan Barat Serukan Semangat Integritas pada Hari Antikorupsi Sedunia
Gerakan Serentak Nasional
Tidak hanya di Surabaya, kampanye moral ini juga dilakukan serentak di berbagai provinsi. Sebelumnya, GN-PK telah bersurat kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) agar para khatib pada Shalat Jumat (5/12) mengangkat tema “Jaga Hati, Jaga Rumah, Jaga Bangsa: Tolak Uang Haram dan Tegakkan Integritas demi Indonesia Maju.”
Menutup rangkaian kegiatan, Adi Warman menekankan bahwa integritas harus menjadi budaya nyata, bukan sekadar slogan semata.
“Tidak ada negara yang maju dengan toleransi terhadap korupsi. Integritas harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.
(*Red)















