Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Ketegangan kembali menyelimuti halaman Kantor Bupati Mempawah.
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu kembali turun ke jalan menggelar Aksi Jilid III, menyuarakan penolakan keras terhadap proyek pembangunan rumah dinas atau pendopo Bupati, Senin (08/12/25).
Baca Juga: Gubernur Kalbar Norsan Susul Bupati Mempawah Erlina ke KL Malaysia
Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes sebelumnya yang dinilai belum mendapatkan respons memuaskan.
Koordinator Lapangan, Muslim, dalam orasinya menegaskan bahwa sikap aliansi tidak akan goyah sedikit pun.
“Tuntutan utama kami tetap sama: batalkan total pembangunan rumah dinas atau pondopo Bupati Mempawah. Tidak ada kompromi. Kami berdiri di sini atas nama kepentingan masyarakat,” teriak Muslim membakar semangat massa.
Sayangnya, keinginan massa untuk berdialog langsung dengan Bupati Mempawah kembali menemui jalan buntu. Orang nomor satu di Mempawah tersebut tidak menampakkan diri.
Sebagai gantinya, sejumlah pejabat teras seperti Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda, dan kepala dinas hadir menemui demonstran.
Namun, kehadiran para pejabat tersebut tak mampu meredam kekecewaan massa yang bersikeras hanya ingin mendengar penjelasan dari Bupati.
Setelah negosiasi alot, akhirnya didapatkan kesepakatan bahwa Bupati Mempawah berjanji akan menemui massa dalam forum audiensi resmi yang dijadwalkan besok, Selasa (09/12) pukul 16.00 WIB.
Menyambut janji tersebut, Muslim menyerukan konsolidasi besar-besaran.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Mempawah untuk membanjiri lokasi audiensi besok guna mengawal transparansi kebijakan daerah.
















