“Saya berharap perjanjian kerja sama ini dapat memperkuat koordinasi, memberikan kepastian dalam pemanfaatan kawasan latihan, serta menciptakan keselarasan antara kepentingan pertahanan dan pembangunan daerah,” ujar Tjhai Chui Mie.
Melalui MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen menjaga harmonisasi pemanfaatan wilayah.
Selain mendukung kesiapan operasional tempur TNI AD, kerja sama ini juga menjamin bahwa aktivitas latihan akan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan tidak mengganggu aktivitas sosial ekonomi masyarakat sekitar.
Sinergi sipil-militer ini diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan pertahanan yang humanis dan suportif terhadap kemajuan daerah.
(ra)















