“Pencitraan Kelas Minyak Goreng”, Netizen Rujak Aksi Zulhas Panggul Beras di Padang

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat memikul beras bantuan untuk korban banjir di Padang, Sumatera Barat. (Dok. Kemenko Pangan)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat memikul beras bantuan untuk korban banjir di Padang, Sumatera Barat. (Dok. Kemenko Pangan)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), ke lokasi bencana di Padang, Sumatera Barat, justru menuai respons negatif.

Alih-alih mendapat simpati, postingan video kegiatannya di media sosial malah dibanjiri belasan ribu komentar pedas dari warganet yang menganggap aksinya sekadar pencitraan di tengah duka banjir Sumatera.

Baca Juga: Total Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 442 Jiwa, BNPB Kebut Distribusi Logistik dan Alat Berat

Dalam video yang diunggah di akun resminya, Zulhas terlihat memikul sekarung beras di pundaknya sembari menyapa warga terdampak. Di tengah kerumunan, ia melontarkan janji bantuan kepada para korban.

“Nanti bantuan saya pribadi ada. Untuk modal usaha. Pemerintah juga nanti akan membantu membangun rumah yang rusak,” kata Zulhas kepada warga.

Meski kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kepedulian, ribuan netizen justru memberikan sentimen negatif. Aksi memanggul beras dinilai berlebihan dan tidak substansial.

“Pencitraan kelas minyak goreng,” tulis akun Boxxxx di kolom komentar.

“Judul sinetron nya apa ini min?,” celetuk akun Mataxxxxx menyindir.

“Tuh kaaannn….benerrrrr….. “tim konten kreator”nya sdh ready baru beliau turun. Fotografer, make up artis, stunt men, pengawal2an, belanja duyuuu…. tteruusss shooting daahhh,” tulis netizen lainnya.

Diungkit Dosa Lama Saat Jadi Menhut

Kemarahan publik tidak berhenti pada isu pencitraan semata. Warganet ramai-ramai mengaitkan kerusakan lingkungan yang memicu banjir Sumatera saat ini dengan kebijakan Zulhas sewaktu menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014.

Banyak netizen menuding bahwa banjir bandang ini adalah dampak jangka panjang dari obral perizinan kehutanan dan alih fungsi kawasan hutan yang masif pada era kepemimpinannya.