Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pembinaan atlet renang di Kota Pontianak kini mengarah pada strategi jangka panjang yang lebih agresif.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memfasilitasi bibit-bibit muda dengan akses latihan tanpa biaya.
Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Akuatik Indonesia Kota Pontianak Masa Bakti 2025–2029, Sabtu (29/11/25).
Baca Juga: Ribuan Layangan dan Benang Gelasan Dibakar, Edi Kamtono: Sudah Banyak Korban Jatuh
Dalam acara yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota tersebut, Edi menyoroti pentingnya masa keemasan (golden age) seorang atlet.
Berkaca pada standar dunia, ia menyebut pembinaan ideal harus dimulai sejak usia 6 hingga 8 tahun agar puncak performa dapat diraih di rentang usia 15–18 tahun.
Guna mendukung visi tersebut, Edi memberikan “karpet merah” bagi para atlet binaan klub untuk menggunakan fasilitas negara.
“Atlet dapat menggunakan kolam renang milik pemerintah secara gratis sesuai jadwal yang tidak mengganggu masyarakat umum,” tegas Edi di hadapan 50 atlet dan perwakilan 10 klub renang yang hadir.
Edi mengakui, prestasi renang Pontianak di kancah nasional masih menyisakan pekerjaan rumah.
Namun, dengan modal dua kolam renang berstandar pertandingan yang dimiliki kota saat ini, ia optimistis konsistensi pembinaan akan membuahkan hasil.
Senada dengan Wali Kota, Ketua KONI Kota Pontianak, Nanang Setiabudi, melihat peluang besar di depan mata. Ia menargetkan persiapan matang menuju Pra-PON tahun depan.
Baca Juga: Jelang Musorkot, KONI Kota Pontianak Pastikan Pembinaan Atlet Tetap Berjalan Konsisten
Nanang juga menganalisis bahwa PON 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB memberikan peluang lebih terbuka bagi atlet daerah.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















