Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Gen Z: Psikolog Ungkap Manfaat Journaling untuk Self-Awareness
Respons Tubuh: Sistem Saraf Bereaksi Kuat
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biological Reviews tahun 2025 ini mencakup pembahasan yang luas, termasuk hubungan polusi udara dengan kerusakan otak, serta hubungan lingkungan industri dengan sistem kekebalan tubuh.
Faktor pemicu stres lainnya adalah cahaya buatan hingga paparan mikroplastik, diperburuk oleh gaya hidup yang kurang gerak.
Shaw menjelaskan, respons tubuh terhadap stres modern sama kuatnya dengan menghadapi bahaya fisik:
“Entah perdebatan dengan pasangan atau atasan, atau kebisingan lalu lintas, sistem respons stres Anda tetap sama seperti jika Anda berhadapan dengan satu per satu singa. Akibatnya, Anda mengalami respons yang sangat kuat dari sistem saraf, namun tidak ada efek sampingnya,” kata Shaw.
Para peneliti menyimpulkan, “Kita telah mencapai banyak kemajuan transformatif dalam bidang kesehatan, teknologi, dan pemahaman tentang dunia. Namun sebagai spesies, kita juga lebih cemas dan depresi daripada nenek moyang kita,”.
Solusi: Memperkuat Kesehatan Mental dan Lingkungan Kota
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam, atau bahkan sekadar melihat foto-foto alam, dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Secara evolusi, berada di alam terbuka masih menjadi hal yang diinginkan manusia.
Baca Juga: Dari Kebutuhan Hingga Gaya Hidup, Intip Alasan Kopi Begitu Melekat pada Gen Z
Shaw dan Longman ingin melihat lebih banyak upaya yang dilakukan untuk melestarikan ruang hijau di lingkungan perkotaan, melindungi lanskap alam yang tersisa, dan menyediakan ruang di mana orang-orang dapat benar-benar beristirahat.
“Kita perlu menata kota kita dengan benar, dan pada saat yang sama meregenerasi, menghargai, dan menghabiskan lebih banyak waktu di ruang alami,” pungkas Shaw.
(*Drw)










