Kabar Baik di Hari Guru, Edi Kamtono Janji Perjuangkan Sisa Honorer Pontianak Jadi PPPK

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyalami ribuan guru usai upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Korpri ke-54 di halaman Kantor Wali Kota. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyalami ribuan guru usai upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Korpri ke-54 di halaman Kantor Wali Kota. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ribuan tenaga pendidik yang memadati halaman Kantor Wali Kota Pontianak di Jalan Rahadi Usman mendapat angin segar.

Di tengah khidmatnya upacara peringatan HUT KORPRI ke-54 yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional (HGN), Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, membawa kabar harapan bagi nasib guru honorer yang tersisa, Jumat (28/11/25).

Edi mengungkapkan bahwa saat ini jumlah guru honorer di Kota Pontianak memang tinggal sedikit.

Baca Juga: Jadi Jalur ‘Empuk’ Perdagangan Orang ke Malaysia, Pontianak Curhat ke Utusan Istana

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak menutup mata terhadap mereka yang belum terakomodir, terutama yang terkendala masa kerja minimal dua tahun sebagai syarat pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Ini akan kita proses dan usulkan secara bertahap untuk dapat diangkat menjadi tenaga PPPK. Datanya sudah kita siapkan dan akan segera kita ajukan ke kementerian,” tegas Edi memberikan jaminan.

Di balik komitmen memperjuangkan kesejahteraan tersebut, Edi menitipkan pesan moral yang kuat.

Ia meminta para guru, baik yang sudah berstatus ASN maupun yang sedang diperjuangkan nasibnya, untuk menjaga marwah profesi. Baginya, guru adalah “menara gading” keteladanan di tengah masyarakat.

“Saya berharap guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi suri tauladan bagi siswa maupun masyarakat. Oleh sebab itu, saya berharap para guru dapat menahan diri, bersabar, serta menjaga integritas dan komitmen sebagai pendidik, karena tugas guru adalah tugas yang sangat mulia,” pesannya.

Edi menekankan bahwa momen HGN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan tugas berat mencerdaskan bangsa.

Ia menginginkan sosok guru yang profesional, dicintai murid, dan humanis.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id