Stop Pakai Botol Bekas! Dokter Ingatkan Bahaya Wadah Jamu Tidak Higienis, Rawan E. coli

Wadah Jamu Berisiko Kontaminasi: Botol Bekas Harus Dihindari
Ilustrasi. Jamu. (Dok. Unsplash/Fauzan)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Tren minum jamu kembali naik, terutama di kalangan Gen Z yang mulai mengutamakan gaya hidup alami.

Ragam jamu seperti kunyit asam, beras kencur, pahitan, hingga temulawak kini populer kembali.

Namun, di balik kepopulerannya, dokter mengingatkan agar konsumen tidak hanya fokus pada rasa dan manfaat rempah, tetapi juga memperhatikan wadah jamu.

Pasalnya, kemasan dapat menentukan kualitas, keamanan, hingga risiko kontaminasi mikroba.

Menurut DR. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), penggunaan wadah yang tidak tepat dapat membuat jamu lebih cepat rusak, terkontaminasi, bahkan menimbulkan risiko penyakit.

Baca Juga: Mudah Marah Menjelang Haid? Ini 4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Agar Tetap Tenang

Mengapa Wadah Berpengaruh terhadap Keamanan Jamu Tradisional?

Meskipun berbahan alami, jamu adalah minuman tanpa pengawet yang sangat sensitif terhadap lingkungan.

Ketua Umum PDPOTJI, dr. Inggrid Tania, menjelaskan alasan utama mengapa wadah sangat berpengaruh:

  • Kadar Air Tinggi: Jamu cair memiliki kadar air tinggi dan mudah terkontaminasi bila wadahnya tidak higienis seperti botol bekas air mineral.

  • Rentan Mikroorganisme: Botol bekas, apalagi yang tidak disterilkan dengan benar, rentan menyimpan mikroorganisme.

  • Risiko Kontaminasi: Kontaminasi dapat berupa E. coli (menyebabkan diare dan kram perut), Staphylococcus aureus (memicu keracunan makanan), hingga Pseudomonas aeruginosa (berbahaya bagi orang dengan daya tahan tubuh rendah).

Risiko meningkat jika jamu disimpan di suhu ruang atau dibiarkan di kendaraan penjual sepanjang hari.

Baca Juga: Lapar di Jam Tanggung? Ini 5 Cemilan Penahan Lapar yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Botol Plastik Bekas Tidak Direkomendasikan

Menurut dr. Inggrid, botol plastik sekali pakai seperti bekas air mineral, soda, atau minuman manis tidak dirancang untuk pemakaian ulang.

Hal ini menimbulkan beberapa masalah serius: