Harga di Pasar ‘Mendadak Pedas’, Tiga Daerah di Kalbar Keroyokan Lakukan Panen Raya

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengenakan caping petani memanen cabai rawit bersama TPID untuk kendalikan inflasi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengenakan caping petani memanen cabai rawit bersama TPID untuk kendalikan inflasi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gejolak harga komoditas pangan yang fluktuatif direspons cepat oleh pemerintah daerah.

Menyiasati lonjakan harga cabai yang terjadi dalam hitungan hari, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari tiga wilayah aglomerasi Kubu Raya, Pontianak, dan Mempawah (KUPONWAH) menggelar aksi panen cabai serentak, Rabu (26/11/25).

Di Kota Pontianak, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono turun langsung ke kebun milik Pondok Pesantren Al Murabbi di Kelurahan Pallima, Kecamatan Pontianak Barat.

Baca Juga: Masuki Hari Ke-10, Operasi Zebra Kapuas 2025 Sasar Pelanggar di Jalan Ahmad Yani Pontianak

Dengan mengenakan caping anyaman bambu, Edi memimpin pemetikan cabai di lahan seluas satu hektare yang menjadi benteng ketahanan pangan kota.

Langkah taktis “keroyokan” antar-daerah ini diambil bukan tanpa alasan.

Edi mengungkapkan data mengejutkan terkait volatilitas harga di pasar.

“Harga cabai di Pasar Flamboyan saat ini berada di kisaran Rp54 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, padahal dua hari lalu masih sekitar Rp20 ribu. Artinya, suplai menjadi faktor kunci,” ungkap Edi membeberkan urgensi kegiatan tersebut.

Edi menegaskan bahwa dalam urusan perut rakyat dan inflasi, batas administrasi wilayah menjadi tidak relevan.

Konektivitas pasar antara Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah sangat erat, sehingga stabilitas di satu daerah akan menolong daerah lainnya.

Strategi kolaboratif ini terbukti ampuh. Hingga Oktober, Kota Pontianak berhasil mencatatkan angka inflasi terendah se-Kalimantan Barat, yakni 1,58 persen.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id