Saat istirahat, jauhkan mata dari layar.
Lakukan peregangan atau ambil minum. Pola ini menjaga otak tetap segar dan mencegah kepanikan akibat kelelahan mental.
4. Lakukan “Puasa” Media Sosial Sementara
Melihat teman seangkatan mengunggah foto “Sidang Sempro” atau “Wisuda” di Instagram saat Anda masih berkutat dengan Revisi BAB 1 adalah pemicu kecemasan terbesar.
Berhentilah membandingkan progres Anda dengan orang lain.
Setiap orang punya zona waktunya masing-masing.
Selama masa krusial mengejar deadline, kurangi atau hapus sementara aplikasi media sosial.
Fokuslah pada jalur lari Anda sendiri.
Ketenangan pikiran jauh lebih berharga daripada update status teman.
5. Cari Teman Senasib, Bukan Saingan
Jangan mengisolasi diri di kamar kos terus-menerus. Isolasi membiarkan pikiran negatif berkembang biak.
Temuilah teman seperjuangan yang juga sedang mengejar deadline.
Bekerja bersama (meski diam-diaman) di perpustakaan atau kafe bisa memberikan efek psikologis “saya tidak sendirian”.
Anda bisa saling menyemangati atau sekadar menjadi tempat curhat (venting) saat dosen pembimbing memberikan revisi yang membingungkan.
Ingatlah, skripsi hanyalah satu fase dalam hidup, bukan penentu segalanya.
Deadline memang penting, tapi kewarasan mental Anda jauh lebih penting.
Tarik napas dalam-dalam, minum air putih, dan mulailah mengetik satu kata demi satu kata. Anda pasti bisa menyelesaikannya!
Baca Juga: Jangan Hanya Lihat Enaknya, Ini 5 Kelemahan Bekerja Sambil Kuliah yang Harus Diwaspadai
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















