Jangan Panik! Ini 5 Cara Tetap Waras dan Tenang Dikejar Deadline Skripsi

"Dikejar deadline skripsi bikin overthinking dan susah tidur? Tarik napas. Simak 5 tips psikologis dan praktis ini agar kamu tetap tenang dan skripsi kelar tepat waktu."
Dikejar deadline skripsi bikin overthinking dan susah tidur? Tarik napas. Simak 5 tips psikologis dan praktis ini agar kamu tetap tenang dan skripsi kelar tepat waktu. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi mahasiswa tingkat akhir, kata “Deadline” sering kali terdengar lebih menyeramkan daripada film horor manapun.

Jantung berdebar, tidur tidak nyenyak, hingga rasa mual setiap kali membuka laptop adalah gejala umum yang sering disebut sebagai thesis anxiety.

Melihat tanggal di kalender yang semakin dekat dengan batas pengumpulan draf sering kali membuat otak justru buntu (writer’s block).

Padahal, panik adalah musuh utama produktivitas. Semakin Anda panik, semakin sulit Anda menulis.

Baca Juga: Bukan Sekadar Begadang, Ini 7 Strategi Jitu Taklukkan Stres dan Drama Skripsi

Lantas, bagaimana caranya agar tetap bisa berpikir jernih di tengah himpitan waktu? Berikut adalah 5 tips ampuh untuk tetap tenang menghadapi deadline skripsi.

1. Pecah “Gunung” Menjadi “Kerikil”

Kesalahan terbesar mahasiswa adalah melihat skripsi sebagai satu kesatuan raksasa yang harus diselesaikan sekaligus.

Ini membebani otak.

Cobalah teknik chunking.

Pecah target besar Anda menjadi target-target mikro harian yang realistis.

Jangan tulis di to-do list “Menyelesaikan BAB 4”.

Gantilah dengan “Menulis analisis data poin A” atau “Memperbaiki 3 paragraf latar belakang”.

Menyelesaikan tugas-tugas kecil ini akan memberikan suntikan dopamin (rasa puas) yang membuat Anda lebih tenang dan termotivasi untuk lanjut ke tahap berikutnya.

2. Tanamkan Mantra: “Selesai Lebih Baik daripada Sempurna”

Perfeksionisme adalah penyebab utama penundaan (procrastination).

Banyak mahasiswa terjebak mengedit satu kalimat berulang-ulang selama berjam-jam karena ingin terlihat sempurna.

Ingatlah, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai, bukan skripsi yang sempurna tapi hanya ada di dalam kepala.

Izinkan diri Anda menulis draf yang “jelek” dulu. Tulis saja semua yang ada di pikiran tanpa memusingkan tata bahasa atau typo.

Anda selalu bisa mengeditnya nanti (fase editing), tapi Anda tidak bisa mengedit halaman kosong.

3. Gunakan Teknik Podomoro untuk Mencegah Burnout

Memaksa diri duduk di depan laptop selama 5 jam non-stop justru tidak efektif. Otak akan lelah dan tingkat stres meningkat.

Gunakan teknik Pomodoro: 25 menit fokus menulis tanpa gangguan, lalu 5 menit istirahat total.

Setelah 4 siklus, ambil istirahat panjang (15-30 menit).

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id