Progres Tembus 98 Persen, Smelter Alumina Mempawah Bakal Disuntik Modal Danantara

PT Inalum menargetkan keputusan investasi (FID) untuk proyek smelter alumina tahap II di Mempawah pada November 2025.
Logo PT Inalum (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membawa kabar segar terkait pendanaan strategis hilirisasi bauksit di tanah air.

BPI Danantara dinyatakan bakal masuk dan melakukan investasi besar dalam proyek SGAR Mempawah (Smelter Grade Alumina Refinery), baik untuk fase I maupun fase II yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Inalum Targetkan Final Investment Decision untuk Smelter Aluminium dan Alumina Baru di Mempawah pada November 2025

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, pada Kamis (20/11/2025).

Melati mengungkapkan bahwa Danantara telah menunjukkan keseriusan dengan mengirimkan surat minat atau Letter of Intent (LOI) kepada Inalum.

Saat ini, proses kerja sama tersebut tengah memasuki tahap pemeriksaan mendalam atau due diligence sebelum kesepakatan final ditandatangani.

“Nanti rencananya kita ada diskusi dengan Danantara, dan Danantara akan masuk ke dalam SGAR I dan SGAR II untuk investasi di alumina. Kita sudah mulai diskusi. Jadi LOI-nya dari Danantara sudah kita terima Pak, ini dalam proses due diligen,” kata Melati Sarnita di hadapan anggota dewan.

Dalam paparannya, Melati juga membeberkan perkembangan fisik proyek SGAR Mempawah fase I yang kini telah mencapai angka 98,56%.

Fasilitas pemurnian ini dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 1 juta ton alumina per tahun.

Dalam struktur kepemilikannya, Inalum memegang saham mayoritas sebesar 60%, sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memiliki 40%.

Proyek fase I ini diproyeksikan akan segera memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2025 ini.

Sementara itu, untuk pengembangan SGAR Fase II, Inalum menargetkan fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh pada tahun 2028.

Tahapan studi kelayakan bisnis atau Bankable Feasibility Study (BFS) dan Final Investment Decision (FID) dijadwalkan rampung pada 2025.

Selanjutnya, proses konstruksi EPC (Engineering, Procurement, and Construction) akan dikebut mulai 2026 hingga 2028.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id