Momen mencekam terjadi pasca-terbaliknya sampan.
Fika, rekan korban, berhasil bertahan hidup dengan cara berpegangan erat pada tali sampan.
“Saksi mata (Fika) sempat melihat Pak Imam berada di atas lunas sampan yang terbalik. Namun, gelombang besar berikutnya datang dan menggulung korban hingga hilang dari pandangan,” ungkap salah satu anggota tim pencarian.
Fika harus bertaruh nyawa terombang-ambing di laut selama hampir 1 jam 50 menit sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan lain yang sedang melaut.
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga berita ini diturunkan, nasib Pak Imam belum diketahui.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, kepolisian setempat, serta dibantu nelayan sekitar terus menyisir area perairan Pulau Kumbang menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu nelayan.
Fokus pencarian diperluas mengikuti arah arus laut, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Masyarakat pesisir yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban diminta segera melapor ke posko terdekat.
Baca Juga: Bupati Kayong Utara: Suksesnya Pembangunan Daerah Perlu Peran Strategis TP-PKK
(*Mira)
















