Baca Juga: 269 KK Terdampak Longsor Cilacap Akan Direlokasi, Kepala BNPB: Pastikan Lahan Baru Aman!
Jenis tanaman keras yang dipilih antara lain cemara, sengon, dan pinus untuk penguatan tanah. Sementara itu, tanaman buah yang ditanam meliputi alpukat, jambu, durian, manggis, dan nangka.
Kombinasi ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai mitigasi bencana, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat di masa depan.
“Sudah kita terapkan dengan 26% bibit pohon buah, 46% bibit mangrove dan sisanya Adalah pohon keras,” tambah Suharyanto.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan, BMKG, BPDLH, Komisi VIII DPR, BPDAS, TNI, Polri, serta relawan. Pada puncak acara, Suharyanto secara simbolis menanam bibit pohon alpukat.
BNPB berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman semata. Masyarakat dan seluruh pihak diminta memiliki tanggung jawab disiplin untuk memelihara pohon-pohon tersebut agar tumbuh dan memberikan manfaat nyata.
Sebagai informasi, kegiatan ini didukung oleh Dana Bersama Penanggulangan Bencana atau Pooling Fund Bencana (PFB) sebagai inovasi pendanaan bencana di Indonesia.
(*Red)
















