Landak  

Kejar Target MBG, Bupati Karolin Sentil Pengelolaan Limbah: Baru 4 Dapur di Landak Punya IPAL

"Bupati Karolin soroti minimnya IPAL di dapur MBG Landak. Dari 21 dapur, baru 4 yang punya pengelolaan limbah layak. Targetkan perbaikan demi kesehatan lingkungan."
Bupati Karolin soroti minimnya IPAL di dapur MBG Landak. Dari 21 dapur, baru 4 yang punya pengelolaan limbah layak. Targetkan perbaikan demi kesehatan lingkungan. (Dok. Ist)

Terkait legalitas kesehatan, Karolin merinci bahwa dari total dapur yang ada, baru 11 unit yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Landak.

“Sisanya masih menunggu hasil uji laboratorium, dan ada juga yang masih dalam tahap perbaikan infrastruktur dapur,” tambahnya.

Target 3T dan Rapid Test

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Landak, Yohanes, memastikan pihaknya terus berupaya meningkatkan standar keamanan pangan.

Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah penyediaan alat rapid test di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Setiap SPPG sudah memiliki alat rapid test untuk meminimalisir potensi keracunan. Kami ingin pastikan distribusi makanan layak dan higienis,” ujar Yohanes.

BGN menargetkan pada Desember mendatang, jangkauan penerima manfaat MBG di Landak bisa mencapai 80 persen.

Hal ini akan didukung dengan pembukaan 26 titik dapur baru yang menyasar wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Baca Juga: Dapur SPPG Ngabang II Dihentikan Sementara Usai Pelajar Diduga Keracunan Menu MBG

(*Mira)