Faktakalbar.id, JAKARTA – Kepolisian masih memburu pelaku penembakan Hansip di Cakung Barat, Jakarta Timur, yang terjadi pada Sabtu (8/11/2025) dini hari.
Korban, berinisial AS (42), tewas di lokasi kejadian setelah ditembak saat mencoba menggagalkan aksi pencurian motor.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Pria di OKI, Ternyata Teman Dekat Korban
Hingga Minggu (9/11/2025), total lima orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap kasus ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto, mengonfirmasi perkembangan penyelidikan.
“Saat ini dari pihak Pasukan pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) dan masyarakat sekitar lebih kurang ada tiga sampai lima orang saksi yang sudah diambil keterangannya,” kata Kombes Pol Budi Hermanto.
Budi menjelaskan, kelima saksi tersebut merupakan orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian dan mengetahui rangkaian peristiwa.
Penyidik dari Polres Metro Jakarta Timur bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih terus melakukan pendalaman.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
“Termasuk pengolahan barang bukti yang ada di lokasi kejadian,” ujar Budi.
Korban AS dipastikan tewas akibat luka tembak di bagian perut sebelah kiri. Polisi optimis dapat segera menangkap pelaku.
“Tertembak bagian perut. Kita berharap dalam waktu dekat ini segera terungkap dan pelaku dapat tertangkap,” katanya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa penembakan Hansip di Cakung ini terjadi pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 03.30 WIB di Kampung Baru, Jalan Pelajar RT 07/RW 09, Kelurahan Cakung Barat.
Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban AS sedang melaksanakan jaga malam (ronda) bersama dua rekannya, T (48) dan R (58).
“Korban sedang melaksanakan jaga atau ronda malam sebagai Hansip RW 09. Korban pada saat itu sedang memonitor kamera pengawas (CCTV), melihat ada dua orang dicurigai sedang mencongkel motor,” kata Widodo di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Melihat hal itu, korban bersama dua rekannya segera bergerak menuju lokasi menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh korban.
Baca Juga: Kasus Penembakan Diplomat di Peru, DPR Minta Kemenlu Tingkatkan Sistem Keamanan Luar Negeri
Sesampainya di lokasi, korban langsung menabrakkan motornya ke arah kendaraan pelaku untuk mencegah keduanya kabur. Aksi ini memicu perkelahian antara korban dan pelaku.
Nahas, di tengah perkelahian itu, terdengar suara tembakan sebanyak dua kali yang membuat korban AS terjatuh. Melihat rekannya tertembak, kedua saksi (T dan R) langsung bergegas meminta pertolongan warga.
(*Red)
















