Faktakalbar.id, NASIONAL – Pemerintah menargetkan sebanyak 18 proyek hilirisasi dari berbagai sektor bisa mulai berjalan pada tahun 2026.
Belasan proyek strategis tersebut saat ini masih dalam tahap kajian oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebutkan target tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Percepatan hilirisasi baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batu bara. Tadi kami sudah membicarakan setelah pulang dari Cilegon, arahan Bapak Presiden dari 18 proyek yang sudah selesai pra-FS (feasibility study), dan sudah dibicarakan dengan Danantara, tadi Pak Rosan juga, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya,” ujar Bahlil di Istana Presiden, Jakarta, dikutip Jumat (7/11/2025).
Ke-18 proyek hilirisasi tersebut memiliki total nilai investasi gabungan lebih dari Rp 600 triliun. Pemerintah memperkirakan, jika terealisasi, proyek-proyek ini akan menciptakan lebih dari 270 ribu lapangan kerja baru.
Bahlil menambahkan, sekitar 67% dari total proyek tersebut akan berlokasi di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pembangunan nasional.
“Dengan kita melakukan percepatan 18 proyek yang nilai investasinya lebih dari Rp 600 triliun, maka ini akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan produk-produknya itu menjadikan sebagai substitusi impor,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan Dimethyl Ether (DME) sebagai salah satu fokus hilirisasi batu bara.
















