Selamatkan Sumber Air Bersih, Forum Warga dan Polisi Sisir Lokasi Tambang Ilegal di Sungai Ntorap

Tim gabungan Polres Sekadau bersama Forum Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap saat memusnahkan peralatan PETI yang ditemukan di Desa Mondi, Sekadau Hulu, Rabu (5/11/2025).
Tim gabungan Polres Sekadau bersama Forum Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap saat memusnahkan peralatan PETI yang ditemukan di Desa Mondi, Sekadau Hulu, Rabu (5/11/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, SEKADAU – Aparat kepolisian dari Polres Sekadau bersama Forum Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap melakukan penertiban terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Rabu (5/11/2025).

Penertiban ini dilakukan sebagai respons atas kekecewaan masyarakat terhadap maraknya tambang ilegal yang mencemari Sungai Ntorap, yang merupakan sumber air bersih bagi warga.

Baca Juga: Satu Lanting Jek Dibakar dalam Operasi Penertiban Tambang Ilegal di Kapuas Hulu

Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo melalui Kasi Humas IPTU Triyono menjelaskan, sebelum kegiatan berlangsung, aparat gabungan dari Polres Sekadau dan Polsek Sekadau Hulu terlebih dahulu melaksanakan apel kesiapan pengamanan di halaman Polsek Sekadau Hulu.

Apel tersebut dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Sekadau AKP Didik Darman Putra bersama Kapolsek Sekadau Hulu IPTU Agustam, dengan melibatkan 14 personel gabungan.

Dalam arahannya, AKP Didik menyampaikan bahwa Polri mendukung langkah masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, namun tetap mengedepankan ketertiban.

“Polri mendukung langkah masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, namun tetap mengingatkan agar aksi yang dilakukan tidak bersifat anarkis dan selalu mengedepankan ketertiban,” ujar IPTU Triyono, Kamis (6/11/2025).

Sekitar pukul 09.30 WIB, massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap berkumpul di Simpang Empat Sulang Betung, Desa Sungai Sambang.

Baca Juga: Penertiban PETI di Bengkayang: Telinga Aparat Digigit, Mobil Dirusak, Hingga Dipaksa Sumpah Makan Beras Kuning oleh Pekerja Emas

Kegiatan ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Lagio, dengan jumlah peserta sekitar 20 orang.

Mereka merupakan perwakilan dari tujuh kampung, yakni Roca, Baok, Boti, Sulang Betung, Sungai Sambang, Aur Tekam, dan Mondi.