Onic bisa mendapat lebih banyak gold dan memenangkan game kedua, menyamakan kedudukan 1-1.
Game Ketiga: Onic Menggila
Penampilan Onic semakin menggila di game ketiga. Kombinasi Kairi dan Sanz menjadi kunci serangan cepat Onic.
Sejak awal game, Onic menyerang bagian tengah dan langsung memaksa AE untuk team fight. Pemilihan hero yang tepat dan kesabaran Onic membuahkan hasil.
Onic sangat mendominasi. Pertandingan berjalan cepat, sekitar 11 menit, dengan poin kill yang jauh mengungguli AE, yaitu 18-4. Skor berbalik menjadi 2-1 untuk Onic.
Baca Juga: Kejutan di Gamescom 2025: Game Science Ungkap Black Myth: Zhong Kui, Legenda Baru Setelah Wukong
Game Keempat: Onic Makin Mendominasi
Game keempat memperlihatkan dominasi penuh Onic. Kairi langsung menekan pertahanan Alter Ego di menit-menit awal dan menghasilkan 3 poin kill langsung.
AE terlihat kesulitan berkembang dan tidak diberi napas sedikit pun oleh Onic. Serangan demi serangan Onic meruntuhkan turret milik AE.
Pada menit ke-13, Onic bisa masuk ke base AE dan memperoleh kemenangan mudah. Kairi menjadi MVP di game ini, dan skor menjadi 3-1.
Game Kelima: Onic Kunci Gelar Juara
Onic mengunci gelar juara MPL ID S16 pada game kelima. Kombinasi Kairi dan Sanz membuat Alter Ego kewalahan sejak menit pertama.
Meskipun Alter Ego sempat unggul jumlah gold dan kill hingga menit ke-13, Onic kembali menyerang. Penampilan Kairi pada babak ini semakin matang.
Onic terus menyerang dan mengunci gelar di game kelima, menutup Hasil Grand Final MPL S16 dengan skor telak 4-1.
(*Drw)
















