IHSG Dibuka Menguat 0,54 Persen di Awal Pekan, Pasar ‘Wait and See’ Rilis Data Ekonomi

Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Dok. Ist)
Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (3/11/2025) pagi dibuka bergerak menguat.

Investor tampak merespons positif pasar di awal pekan, namun masih cenderung wait and see menantikan rilis serangkaian data ekonomi domestik penting.

Baca Juga: IHSG Rebound Pagi Ini, Meredanya Tensi Dagang AS-China Jadi Sentimen Positif

IHSG dibuka menguat 44,15 poin atau 0,54 persen ke posisi 8.208,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga dibuka naik 5,37 poin atau 0,65 persen ke posisi 836,91.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini akan cenderung konsolidatif, tertahan di rentang tertentu.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran 8.000-8.280,” ujar Ratna Lim.

Menurut Ratna, sikap wait and see pelaku pasar sangat wajar. Sebab, pasar kini tengah mencermati rilis serangkaian data ekonomi krusial dari dalam negeri yang akan dirilis selama pekan ini.

Baca Juga: IHSG Menguat di Awal Pekan, Optimisme Pasar Meningkat

Data-data tersebut antara lain data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, neraca perdagangan, data inflasi, pengumuman data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025, hingga data cadangan devisa.

“Selain itu, pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pengumuman review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (5/11),” tambahnya.

Dari mancanegara, pelaku pasar juga mencermati beberapa data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) selama pekan ini. Rilis data dari AS masih terbatas di tengah masih berlangsungnya government shutdown (penutupan pemerintahan).

Data ekonomi AS yang ditunggu pekan ini di antaranya ADP Employment, ISM PMI, dan Michigan Consumer Sentiment index.

Dari kawasan Eropa, Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Sementara dari kawasan Asia, China akan merilis data PMI sektor swasta.

Pada perdagangan Jumat (31/10/2025) lalu, bursa saham Eropa ditutup kompak melemah. Indeks Euro Stoxx 50 melemah 0,65 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,44 persen, dan indeks DAX Jerman melemah 0,67 persen.

Baca Juga: IHSG Menguat Usai BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%

Sebaliknya, bursa saham AS di Wall Street ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,09 persen, indeks S&P 500 menguat 0,26 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,48 persen.

Penguatan pergerakan IHSG hari ini sejalan dengan mayoritas bursa saham regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei (Jepang) terpantau menguat signifikan 2,12 persen, indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,42 persen, dan indeks Strait Times (Singapura) menguat 0,38 persen. Hanya indeks Shanghai (China) yang dibuka melemah 0,16 persen.

(*Red)