Banjir Kota Semarang Mulai Surut, Jalan Kaligawe Sudah Bisa Dilintasi

Sejumlah pompa portabel dikerahkan untuk menguras genangan banjir Kota Semarang menuju kolam retensi Terboyo di Kaligawe, Kota Semarang, Minggu (2/11/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id
Sejumlah pompa portabel dikerahkan untuk menguras genangan banjir Kota Semarang menuju kolam retensi Terboyo di Kaligawe, Kota Semarang, Minggu (2/11/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Sementara itu, di wilayah permukiman, titik genangan masih terpantau di 13 kelurahan dalam lingkup Kecamatan Genuk. Namun, elevasi air di permukiman kini lebih rendah dari kolam retensi.

OMC Turunkan Hujan Hingga 70 Persen

Tren penurunan tinggi muka air di Semarang Raya ini tidak hanya dipengaruhi oleh penanganan di darat. Faktor cuaca juga sangat menentukan.

BNPB mencatat, intensitas curah hujan di wilayah hulu mengalami penurunan drastis hingga 70 persen setelah BNPB melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca Juga: Banjir Semarang Lambat Surut, BNPB Bentuk Satgas Pompanisasi Khusus Libatkan TNI-Polri

Hari ini, Minggu (2/11), pelaksanaan OMC telah memasuki hari kedelapan. Bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) terus ditaburkan untuk mengurai pembentukan awan hujan.

Metode ini bertujuan menurunkan hujan di wilayah hulu sungai menuju penampungan air yang aman, seperti waduk atau embung, sehingga penanganan banjir Semarang di wilayah hilir melalui pompanisasi dan penguatan tanggul dapat dimaksimalkan.

Akar Masalah Banjir

Menurut pengamatan dan rekapitulasi BMKG, wilayah Semarang Raya akan mengalami peningkatan intensitas hujan setiap bulan Januari dan Februari. Sementara bulan November dan Desember, curah hujan masih dalam kategori aman.

Meski demikian, BNPB meminta pemerintah daerah setempat untuk tidak lengah dan segera membenahi akar masalah.

“Banjir di Semarang Raya tidak hanya tentang genangan air saja. Ada banyak permasalahan mulai dari tata ruang, perencanaan pembangunan hingga koordinasi penanganan bencana yang belum terkoordinasi dengan baik, sebagai penyebab banjir Kota Semarang sulit dikendalikan.” imbau BNPB.

BNPB juga mengimbau warga agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai, menambah ruang resapan air, dan menormalisasi selokan permukiman.

Baca Juga: Banjir Semarang Belum Surut, BNPB Tambah Armada Modifikasi Cuaca via Posko Solo

(*Red)