BNPB mencatat 82,49 persen dari jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam pelatihan atau advokasi secara kuantitatif melalui kuisioner merasa siap untuk merespons jika terjadi bencana. Angka ini melebihi target yaitu sebesar 80%.
Melalui IDRIP, Suharyanto mengatakan, bantuan Bank Dunia secara khusus mendukung program Desa Tangguh Bencana (Destana).
Total Destana yang diinisiasi BNPB sebelumnya dan ditambah dengan dukungan IDRIP kini berjumlah 1.506 desa.
Baca Juga: BNPB dan BP Taskin Sepakat Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Terdampak Bencana
Proyek membangun ketangguhan ini diinisiasi pascabencana masif yang terjadi pada 2018 lalu (Gempa Lombok, Tsunami Palu-Donggala, dan Tsunami Selat Sunda).
Bencana tersebut menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi saat itu tak hanya infrastruktur yang belum memadai, tetapi juga kapasitas SDM.
Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) diimplementasikan oleh BNPB dan BMKG untuk meningkatan kapasitas dari sisi hulu hingga hilir dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.
(*Red)
















