Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pasar murah ini digulirkan untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.
“Sebab paket sembako yang dijual harganya sudah disubsidi sehingga lebih murah dari harga di pasaran,” ujarnya.
Edi menjelaskan, operasi pasar ini memiliki dua tujuan utama: membantu warga dan menjaga stabilitas harga.
“Selain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, pasar murah ini juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi agar harga tetap stabil,” tuturnya.
Pelaksanaan pasar murah ini, lanjut Edi, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Di antaranya Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag), DPRD Kota Pontianak, PT Bulog, BUMD, dunia usaha, pelaku UMKM, dan kelompok tani.
“Dengan sinergi tersebut, harapannya kegiatan serupa dapat terus berlanjut tidak hanya pada momen peringatan hari jadi kota, tetapi juga menjelang hari-hari besar keagamaan,” katanya.
Ia menyebut kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat di setiap lokasi. Edi juga memastikan stok paket sembako mencukupi dan pendistribusiannya dilakukan secara tertib agar tepat sasaran.
“Antusias masyarakat cukup tinggi, makanya kita atur dengan baik supaya semua berjalan lancar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Ibrahim, menerangkan bahwa selain paket sembako murah di Pontianak, kegiatan ini juga melibatkan 12 vendor.
Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-24, Pemkot Singkawang Gelar Operasi Pasar Murah Besar-besaran
Para vendor tersebut memberikan potongan harga atau diskon tambahan dengan kisaran Rp3.000 hingga Rp15.000 per produk.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada para vendor yang berpartisipasi. Dukungan mereka menunjukkan semangat kebersamaan dalam membantu masyarakat,” ucapnya.
Ibrahim menambahkan, operasi pasar murah menjadi salah satu strategi Pemkot dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasaran.
“Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemkot Pontianak berkomitmen untuk terus memperkuat program yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Adapun rincian 10.752 paket sembako yang dijual di enam kecamatan adalah: Kecamatan Pontianak Tenggara 1.000 paket, Pontianak Timur 1.752 paket, Pontianak Barat 2.500 paket, Pontianak Selatan 1.500 paket, Pontianak Utara 2.500 paket, dan Pontianak Kota 1.500 paket.
(*Red)
















