Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PDAM dituntut untuk menunjukkan kinerja operasional yang sehat dan mandiri.
Menyikapi wacana tambahan modal PDAM Sanggau senilai Rp54 miliar, Hengki menilai momentumnya belum tepat.
Prioritas saat ini adalah memastikan dana yang telah diterima benar-benar digunakan secara efektif.
“Dalam kondisi efisiensi seperti sekarang, langkah prioritas adalah mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan dana yang telah diterima. Pembahasan lebih lanjut dapat dilakukan setelah akuntabilitas tahap pertama terpenuhi,” pungkasnya.
(Ariya)
















