Sering Terjadi Tapi Dianggap Normal, Kenali 5 Jenis Bullying Terselubung di Kampus

"Sering dianggap normal, kenali 5 jenis bullying terselubung di kampus mulai dari pengucilan hingga intimidasi akademik. Pahami tandanya agar tidak jadi korban."
Sering dianggap normal, kenali 5 jenis bullying terselubung di kampus mulai dari pengucilan hingga intimidasi akademik. Pahami tandanya agar tidak jadi korban. (Dok. Ist)

Persaingan di dunia akademik bisa menjadi sangat ketat, dan terkadang hal ini membuka celah untuk intimidasi.

Bentuknya bisa berupa meremehkan pendapat seseorang dalam diskusi kelas, sengaja menyembunyikan informasi atau materi penting dari teman, hingga mengkritik kemampuan intelektual seseorang dengan bahasa yang merendahkan.

Korban sering kali merasa bodoh, tidak kompeten, dan akhirnya kehilangan motivasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar.

4.Eksploitasi Finansial dan Materi

Perundungan jenis ini memanfaatkan kondisi finansial atau kepemilikan barang seseorang.

Contohnya adalah sering “meminjam” uang tanpa niat mengembalikan, memaksa teman untuk selalu mentraktir dengan alasan senioritas atau pertemanan, atau menggunakan fasilitas milik teman (seperti laptop atau kendaraan) secara berlebihan tanpa izin atau rasa tanggung jawab.

Tindakan ini sering dianggap sebagai hal sepele, padahal merupakan bentuk eksploitasi yang merugikan.

5. Manipulasi Psikologis (Gaslighting)

Ini adalah bentuk perundungan yang paling berbahaya karena menyerang persepsi korban terhadap realitas.

Pelaku gaslighting akan memutarbalikkan fakta, menyangkal kejadian yang telah terjadi, atau meyakinkan korban bahwa reaksinya berlebihan.

Kalimat seperti “Kamu terlalu sensitif,” atau “Itu cuma bercanda, jangan dibawa perasaan,” adalah senjata utama mereka.

Akibatnya, korban mulai meragukan kewarasan dan ingatannya sendiri, merasa cemas, dan semakin bergantung pada pelaku.

Menyadari keberadaan berbagai jenis perundungan ini adalah kewajiban bersama seluruh civitas academica.

Jika Anda melihat atau mengalaminya, jangan ragu untuk berbicara kepada teman yang dipercaya, dosen, atau layanan konseling mahasiswa yang tersedia di kampus.

Memutus rantai perundungan dimulai dari kepedulian dan keberanian untuk bertindak.

Baca Juga: Pemberitahuan Resmi Universitas Udayana Terkait Penanganan Insiden Mahasiswa FISIP

(*Mira)