Potret Perjuangan di Tengah Genangan, Cerita Ismail yang Terus Tinggikan Bangunan Kostnya

"Genangan air masih merendam Jalan Sepakat II Pontianak. Seorang pemilik kost, Ismail, keluhkan dampak banjir dan soroti buruknya sistem drainase di kawasan Untan sebagai penyebab utama."
Genangan air masih merendam Jalan Sepakat II Pontianak. Seorang pemilik kost, Ismail, keluhkan dampak banjir dan soroti buruknya sistem drainase di kawasan Untan sebagai penyebab utama. (Dok. Mira/Faktakalbar)

Baca Juga: BNPB Soroti Ancaman Bencara Hidrometeorologi: Ketika Banjir dan Kekeringan Terjadi Bersamaan

“Untuk pengaruh ke usaha sih tidak ada, kecuali air pasang. Kostnya kami tinggikan, memang sudah puluhan kali. Sekarang alhamdulillah, tapi kalau (air) naik lagi, terpaksa kita naikkan lagi,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menyoroti pembangunan toko-toko di kawasan Untan yang diduga tidak memperhatikan saluran air.

Akibatnya, parit menjadi tidak terurus dan bahkan tidak tersedia di beberapa titik.

“Saya melihat dari pihak Untan memang ada kesalahan, semua kawasan dibuat toko untuk jualan sehingga parit tidak terurus, saluran dan paritnya tidak ada. Orang-orang buang air ke situ dan segala sampah,” jelasnya.

Ismail berpendapat bahwa perbaikan drainase, terutama yang berada di area Untan, adalah solusi utama untuk mengatasi masalah ini.

Ia menunjuk ke arah jalan di depan rusunawa Untan sebagai salah satu titik yang perlu dibenahi.

“Yang jelas jalan, halaman, drainase harus ada. Dari sanalah yang membuat banjir. Daerah Untan yang harus diperbaiki, bagaimana cara Untan mengatur saluran agar airnya jalan,” katanya.

Meskipun demikian, ia melihat ada sedikit harapan dari proyek perbaikan yang saat ini sedang berlangsung di Jalan Sepakat II.

“Saya lihat yang di Jalan Sepakat II sedang diperbaiki, mungkin itu mengurangi juga,” tutupnya.

Baca Juga: Genangan Air Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Pontianak

(*Mira)