Mengapa Gaji Besar Bukan Lagi Raja? Membedah 4 Alasan Gen Z Lebih Pilih Kerja Sesuai Hati

"Mengapa Gen Z lebih mementingkan passion daripada gaji besar? Simak 4 alasan utama di balik pergeseran prioritas karier generasi ini, dari makna sukses hingga passion economy."
Mengapa Gen Z lebih mementingkan passion daripada gaji besar? Simak 4 alasan utama di balik pergeseran prioritas karier generasi ini, dari makna sukses hingga passion economy. (Dok. Ist)

Hal ini menumbuhkan keyakinan bahwa bekerja tidak harus di bidang konvensional; ada banyak jalan untuk meraih penghidupan dengan melakukan apa yang benar-benar mereka sukai.

3. Mencari Tujuan dan Dampak (Purpose & Impact)

Dibandingkan generasi sebelumnya, Gen Z dikenal lebih sadar dan vokal terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.

Mereka tidak hanya ingin bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi juga ingin merasa bahwa pekerjaan mereka memiliki tujuan dan memberikan dampak positif bagi dunia.

Mereka akan lebih tertarik bekerja di sebuah startup yang memiliki misi sosial, sebuah NGO lingkungan, atau perusahaan yang menerapkan praktik bisnis etis, meskipun gajinya tidak sebesar perusahaan multinasional yang abai terhadap isu-isu tersebut.

Bagi mereka, kepuasan batin dari pekerjaan yang bermakna seringkali lebih berharga.

4. Fleksibilitas dan ‘Gig Economy’ Sebagai Jaring Pengaman

Stabilitas pekerjaan seumur hidup di satu perusahaan adalah konsep yang usang bagi Gen Z. Mereka lebih terbiasa dengan konsep gig economy dan kerja lepas (freelance).

Kemudahan mencari proyek sampingan atau side hustle secara online memberikan mereka jaring pengaman finansial.

Hal ini membuat pilihan untuk mengambil pekerjaan utama yang sesuai passion dengan gaji lebih rendah menjadi tidak terlalu menakutkan.

Jika penghasilan dari pekerjaan utama dirasa kurang, mereka bisa menutupnya dengan mengambil beberapa proyek lepas yang sesuai dengan keahlian mereka, sambil tetap menikmati pekerjaan utama yang mereka cintai.

Pada akhirnya, pergeseran ini bukanlah berarti Gen Z anti terhadap uang, melainkan mereka mencari sebuah paket lengkap di mana pekerjaan adalah bagian integral dari identitas dan kebahagiaan, bukan sekadar cara untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Jaringan Intelijen Baru Polisi: Ribuan Pedagang Kopi dan Ojol Jadi ‘Mata-Mata’ Ibu Kota

(*Mira)