Menurutnya, korupsi kini tidak hanya menjangkiti pejabat senior, tetapi juga generasi muda.
“Kami punya Direktorat Jaringan Pendidikan yang mengedukasi masyarakat dari PAUD sampai lansia, dari PAUD sampai maut. Di kampus pun sudah ada materi antikorupsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang masih rendah menjadi alasan mengapa edukasi antikorupsi harus digencarkan.
Baca Juga: Pemkot Pontianak bersama KPK RI Gelar Bimtek Dunia Usaha Antikorupsi
Kehadiran penyuluh antikorupsi Pemkot Pontianak diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Karena itu, edukasi antikorupsi penting bagi semua lapisan masyarakat. Kami berharap Pontianak bisa menjadi contoh kota yang menerapkan nilai-nilai antikorupsi secara luas,” tuturnya.
Komitmen Inspektorat Kota Pontianak
Inspektur Kota Pontianak, Yaya Maulida, menyambut baik pembinaan langsung dari KPK.
Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk memperkuat peran ASN sebagai agen integritas dan menjadi bagian dari gerakan pemberantasan korupsi.
“Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih kepada Pak Nurtjahyadi dan tim KPK yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama kami,” sampainya.
Yaya berharap, ke depan akan semakin banyak penyuluh antikorupsi Pemkot Pontianak yang lahir, terutama dari OPD yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi teladan dalam pencegahan korupsi.
“OPD yang berinteraksi langsung dengan warga perlu menjadi fokus agar bisa memperkuat integritas dan menjadi penyuluh antikorupsi di masa mendatang,” tutupnya.
Baca Juga: Sekda Amirullah Minta ASN Pontianak Tak Tunda Pengisian Survei SPI KPK
(*Red/Kominfo/Prokopim)
















