Kekecewaan Peserta Gala Karya 2025: Panitia Dinilai Tak Profesional

Peserta kecewa dengan panitia, turnamen sepakbola Gala Karya 2025 dinilai tidak profesional. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Peserta kecewa dengan panitia, turnamen sepakbola Gala Karya 2025 dinilai tidak profesional. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Tim yang menjadi juara grup seharusnya langsung lolos ke babak semifinal dan selanjutnya masuk babak final.

“Namun pada pelaksanaannya, setelah penyisihan grup, malah dilakukan lagi pertandingan babak perdelapan, karena adanya desakan dari peserta peraih runner up grup,” ungkap beberapa pelatih sepakbola peserta tersebut.

Baca Juga: Kinerja Bank Kalbar Meroket, Aset Tembus Rp26,57 Triliun Hingga September 2025

Keputusan untuk menggelar babak perdelapan final tersebut disetujui langsung oleh Ketua Penyelenggara Gala Karya, M Jaelani Saputra, dan Sekjen Penyelenggara, Ivan, atas desakan dari tim runner up grup.

“Ini sangat kita sayangkan. Karena ini merupakan pertandingan tingkat nasional dengan semangat fairplay, namun panitianya tidak profesional, tidak kompeten, dan tidak fair,” kata para pelatih dan tim manajemen.

Menurut mereka, seharusnya panitia menjalankan aturan yang sudah ditetapkan sejak awal.

Perubahan aturan secara sepihak setelah fase grup selesai menimbulkan kecurigaan adanya “permainan yang tidak sehat”.

“Tim kami yang seharusnya sudah keluar sebagai juara grup, kok bisanya dengan mudah diubah oleh panitia. Ini menimbulkan tanda tanya bagi kami, para pelatih dan peserta sepakbola,” ucap salah satu pelatih.

Peserta turnamen juga mengeluhkan biaya yang tidak sedikit untuk memberangkatkan 21 orang pemain dan ofisial.

Mereka merasa keputusan panitia telah mengalahkan tim yang seharusnya berhak menang.

“Liga yang seharusnya profesional, karena digelar secara nasional, ternyata tak ubahnya seperti liga kampung saja,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Para pelatih dan tim manajemen meminta pihak berwenang untuk mengevaluasi penyelenggaraan turnamen ini.
(ra)