Mereka memiliki mobilitas tinggi, berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, dan keberadaan mereka di titik-titik keramaian seperti Sudirman, Monas, hingga Bundaran HI, tidak akan menimbulkan kecurigaan.
Mereka adalah pengamat alami dari denyut kehidupan kota.
Langkah ini merupakan implementasi dari strategi Community Policing yang bertujuan memperkuat hubungan polisi dan warga.
Di bawah semangat “Jaga Jakarta”, jaringan ‘mata-mata’ ini diharapkan tidak hanya membantu mengungkap kejahatan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik dan menciptakan rasa aman yang lebih luas.
Baca Juga: POPNAS 2025 Jakarta: Perbakin Kalbar Optimis 4 Atlet Tembak Sumbang Medali
(*Mira)
















