Faktakalbar.id, NASIONAL – Polda Metro Jaya tengah membangun sebuah jaringan intelijen informal di jantung Ibu Kota.
Bukan dari kalangan agen rahasia, melainkan dari ribuan pedagang kopi keliling (‘starling’) dan pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari menyebar di seluruh penjuru Jakarta.
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri mengonfirmasi bahwa inisiatif ini dirancang untuk menjadikan mereka sebagai ‘mata-mata’ kepolisian.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi cepat dari lapangan mengenai segala hal yang mencurigakan yang dapat berujung pada tindak kejahatan.
Baca Juga: Pasutri Spesialis Maling Speed Boat di Kubu Raya Dibekuk Polisi
“Mereka bukan sekadar penjual kopi, tetapi juga bagian dari mata dan telinga Kepolisian di lapangan,” ungkap Asep, menggarisbawahi peran baru mereka sebagai informan.
Untuk mengaktifkan jaringan ini, kepolisian menawarkan insentif.
Asep menjanjikan apresiasi bagi setiap ‘informan’ yang laporannya terbukti bermanfaat.
Secara lebih konkret, Wakapolda Metro Jaya Dekananto menyebut adanya imbalan sebesar Rp500 ribu yang disiapkan Kapolda bagi pengemudi ojol yang berhasil menyerahkan bukti rekaman aksi kejahatan.
“Kalau ada kejadian atau hal mencurigakan, silakan laporkan kepada kami,” ujar Asep dalam seruannya.
Pemilihan pedagang kopi dan ojol sebagai informan dinilai sangat strategis.
















