3. Fluktuasi Hormon yang Tak Disadari
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi dalam tubuh yang sangat berpengaruh pada suasana hati, namun seringkali kita tidak menyadari dampaknya.
Bagi wanita, siklus menstruasi (PMS) adalah penyebab umum, sementara pria juga mengalami fluktuasi testosteron, dan hormon stres seperti kortisol dapat membuat siapa saja menjadi lebih sensitif.
Cara terbaik untuk mengelolanya adalah dengan mengenali pola emosi Anda, misalnya dengan mencatat kapan Anda merasa lebih sensitif setiap bulannya, sambil menerapkan gaya hidup sehat seperti makan bergizi dan olahraga teratur untuk membantu menyeimbangkan hormon.
4. Emosi Lama yang Belum Tuntas
Terkadang, reaksi emosional yang intens saat ini dipicu oleh pengalaman atau luka dari masa lalu yang belum sepenuhnya diproses.
Sebuah situasi di masa kini, seperti kritik kecil dari atasan, bisa secara tidak sadar terasa sangat menyakitkan karena menyentuh luka lama tentang perasaan tidak cukup baik.
Reaksi Anda sebenarnya bukanlah tentang kritik itu, melainkan tentang akumulasi emosi lama yang kembali muncul.
Untuk mengatasinya, lakukan refleksi diri dengan bertanya, “Perasaan ini mengingatkan saya pada apa?”.
Jika terasa berat, jangan ragu berbicara dengan orang tepercaya atau mencari bantuan profesional.
Pada akhirnya, merasakan emosi yang intens bukanlah sebuah kelemahan.
Itu adalah tanda bahwa Anda manusia.
Dengan mencoba memahami pemicu di baliknya, Anda bisa lebih berbelas kasih pada diri sendiri dan mengambil langkah yang tepat untuk merasa lebih baik.
Baca Juga: Jebakan Nikmat Kopi: Pahami 5 Alasan Otak Anda Sulit Lepas dari Minuman Ini
(*Mira)
















