Menurutnya, Kabupaten Lahat mampu menghemat sekitar Rp462 miliar yang seharusnya digunakan untuk birokrasi.
Dana tersebut kemudian dialihkan ke program yang langsung membantu rakyat, yaitu membangun sistem irigasi untuk mengairi 8.000 hektar tanah pertanian.
“Dia (Lahat) mampu untuk menyederhanakan, efisiensikan lebih kurang Rp462 miliar yang sebetulnya tadi mau digunakan untuk yang macam-macam birokrasi tadi, tapi dialihkan kepada program yang langsung bisa membantu rakyat,” ungkapnya.
Baca Juga: Menteri HAM: Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pelanggaran HAM
(*Mira)
















