Di sisi lain, Partai Republik menolak mentah-mentah dan menuntut RUU anggaran yang “bersih” tanpa tambahan apa pun.
Presiden Donald Trump bahkan telah mengisyaratkan bahwa konsekuensi terburuk, yakni PHK massal, sudah di depan mata.
“Saat ini (PHK) sedang berlangsung,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan.
Upaya kompromi pun gagal.
Proposal pendanaan jangka pendek hingga 21 November ditolak oleh senator Partai Demokrat, yang merasa tidak dilibatkan dalam negosiasi.
“Mereka (Partai Republik) menolak untuk berbicara dengan kami,” klaim Pemimpin Senat Demokrat, Chuck Schumer.
Hingga negosiasi antara kedua kubu menemukan titik temu, layanan publik akan terus terganggu dan nasib para pegawai federal tetap terkatung-katung tanpa bayaran.
Baca Juga: Guru SMPN 13 Pontianak Raih Penghargaan Internasional UNESCO Berkat Inovasi AI
(*Mira)
















