Peringatan Puncak Bulan PRB di Mojokerto, Ajak Masyarakat Berbudaya Cegah Bencana

Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Trowulan, Mojokerto, untuk menghadiri puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2025, menguatkan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan.
Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di Trowulan, Mojokerto, untuk menghadiri puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2025, menguatkan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan.

Faktakalbar.id, MOJOKERTO – Puncak peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi momentum peneguhan komitmen gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana.

Ribuan orang dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah, relawan, dan masyarakat umum, berkumpul untuk merayakan sekaligus menguatkan sinergi.

Baca Juga: Menggali Ketangguhan di Bumi Majapahit: Puncak Peringatan Bulan PRB 2025

Acara ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi ajang untuk menggerakkan kesadaran bahwa pengurangan risiko bencana adalah gerakan bersama.

Berbagai kegiatan edukatif, seperti pameran inovasi dan simulasi kesiapsiagaan, menunjukkan bahwa investasi terbaik dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan pencegahan bencana sebagai sebuah budaya.

“Bencana itu memang bisa datang dengan tidak terduga. Tapi ada jenis bencana seperti banjir kita bisa cegah beberapa waktu sebelumnya,” ungkapnya.

Pratikno menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan, dimulai dari hal-hal sederhana.

“Tolong kita cegah bencana. Yang sederhana saja. Coba kita buang sampah sembarangan. Kita jaga sungai agar tidak banjir karena sampah,” tambahnya.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyerahkan bendera pataka kepada perwakilan Provinsi Banten, menandai perpindahan tuan rumah Peringatan Bulan PRB tahun 2026.