Smelter baru tersebut dirancang untuk memiliki kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun.
“Targetnya akhir tahun ini kita bisa mencapai final investment decision di November 2025,” kata Melati.
Ia menjelaskan proses seleksi teknologi untuk smelter baru tersebut bahkan sudah selesai dilakukan.
Baca Juga: Prajurit Kodaeral XII Mempawah Resmi Sandang Pangkat Baru
Kedua proyek raksasa ini diharapkan menjadi titik balik bagi bisnis perusahaan milik negara tersebut.
Pada tahun 2029, kapasitas produksi Inalum diproyeksikan bisa meningkat hingga empat kali lipat.
(ra)
















