5 Rekomendasi Buku Terbaik untuk Mulai Memahami Feminisme (Novel dan Non-Fiksi)

"Ingin mulai membaca buku tentang feminisme tapi bingung mulai dari mana? Simak 5 rekomendasi buku novel dan non-fiksi terbaik yang akan membuka wawasan Anda."
Ingin mulai membaca buku tentang feminisme tapi bingung mulai dari mana? Simak 5 rekomendasi buku novel dan non-fiksi terbaik yang akan membuka wawasan Anda. (Dok. Ist)

Oleh karena itu, buku ini sangat ideal bagi pemula yang mungkin masih ragu dengan istilah “feminisme” atau siapa saja yang butuh argumen kuat dan ringkas untuk menjelaskannya kepada orang lain.

3. The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood

Novel distopia ini adalah sebuah karya fiksi spekulatif yang mengerikan sekaligus penting.

Atwood menggambarkan sebuah dunia teokratis di mana perempuan tidak memiliki hak atas tubuh mereka dan hanya dihargai karena fungsi reproduksinya.

Novel ini menjadi pengingat kuat tentang betapa rapuhnya hak-hak perempuan dan bahaya dari ekstremisme, sehingga sangat direkomendasikan bagi penggemar fiksi yang menggugah pikiran dan ingin melihat bagaimana isu-isu seperti otonomi tubuh, politik, dan agama saling berkelindan.

4. Perempuan di Titik Nol – Nawal El Saadawi

Novel yang didasarkan pada kisah nyata ini menceritakan kehidupan Firdaus, seorang perempuan Mesir yang menghadapi kekerasan dan penindasan ekstrem dari sistem patriarki sejak ia lahir hingga menjelang eksekusi matinya.

Ini adalah bacaan yang berat, jujur, dan tanpa kompromi yang menyuarakan perlawanan sengit dari seorang perempuan yang direnggut segalanya.

Buku ini cocok untuk Anda yang siap membaca cerita yang brutal namun sangat kuat tentang dampak patriarki dari perspektif non-Barat.

5. Men Explain Things to Me – Rebecca Solnit

Kumpulan esai ini dibuka dengan tulisan yang mempopulerkan istilah “mansplaining”.

Dengan gaya yang cerdas dan tajam, Solnit menghubungkan pengalaman sehari-hari perempuan—seperti diremehkan atau tidak didengarkan—dengan isu-isu kekuasaan yang lebih besar, termasuk kekerasan sistemik.

Buku ini akan membuat Anda mengangguk setuju dan merasa tervalidasi, menjadikannya bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana pengalaman personal perempuan seringkali bersifat politis dan terhubung dengan struktur sosial yang lebih luas.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Baca Buku? Ternyata Bukan Cuma Sebelum Tidur

(*Mira)