Akibatnya, ia sempat dianggap musuh dan kurang mendapatkan tempat dalam sejarah resmi Indonesia selama puluhan tahun.
3. Sosok Intelektual dan Penulis Produktif
Di balik sosoknya sebagai pejuang, Tan Malaka adalah seorang intelektual yang brilian. Ia dikenal sebagai penulis yang sangat produktif.
Karyanya yang paling terkenal adalah Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), sebuah buku filsafat yang menawarkan cara berpikir baru.
Karya-karya tulisnya menjadi panduan dan inspirasi bagi para pejuang muda pada masanya.
4. Akhir Hidup yang Penuh Misteri
Pada 21 Februari 1949, Tan Malaka tewas.
Hingga kini, ada banyak versi tentang kematiannya.
penelitian terbaru, ia diduga dieksekusi oleh tentara Indonesia yang ia bantu perjuangkan. Kematiannya yang tragis dan penuh misteri membuatnya dikenal sebagai pahlawan yang terlupakan.
Ia baru secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1963
Baca Juga: Pernyataan Fadli Zon Disebut Lukai Kembali Korban Tragedi Perkosaan Massal 1998
(*Mira)
















