Raja Juli merespons kritik yang disampaikan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, terkait konflik yang tak kunjung selesai.
“Karena memang ada macet di Perhutani. Jadi memang kehutanan Perhutani ini menjadi satu kunci penting,” tutur Raja Juli.
Ia menjelaskan, dirinya telah berupaya melepaskan lahan tersebut dari klaim kawasan hutan Perum Perhutani, namun prosesnya menemui jalan buntu.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa pemerintah menyadari adanya persoalan, dan Perhutani menjadi salah satu faktor penghambat dalam upaya penyelesaian konflik lahan yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut.
Baca Juga: Kualitas Pupuk Menurun, Harga Komoditas Anjlok: Keluhan Petani di Hari Tani Nasional
(*Mira)
















