Opini  

Desa Sade dan Mandalika: Menjaga Akar, Meraih Dunia

"desa-sade-mandalika-pelajaran-pembangunan-gusti-hardiansyah"
Gusti Hardiansyah, Guru Besar Manajemen Hutan & Perubahan Iklim UNTAN, Ketua ICMI ORWIL KALBAR, Lombok, (21/9/2025). Dok. (Dok. Gusti to Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, OPINI – Setiap seminar besar biasanya diakhiri dengan kegiatan excursion. Setelah rangkaian padat Seminar Nasional MAPEKI dan Seminar Internasional IWoRS 2025 di Mataram, peserta diajak menyusuri dua destinasi yang kontras sekaligus saling melengkapi: Desa Sade, kampung tradisional suku Sasak, dan Sirkuit Mandalika, arena balap motor kelas dunia.

Dari keduanya, kita menemukan pelajaran berharga tentang arah Indonesia: bagaimana menjaga akar budaya sekaligus meraih panggung global.

Desa Sade: Menyelami Akar Budaya Sasak

Di Desa Sade, waktu seakan berjalan lebih lambat. Rumah-rumah beratap alang-alang berdiri rapat, dindingnya dari anyaman bambu, dan lantainya tanah liat yang setiap hari dipoles dengan kotoran kerbau simbol kesederhanaan sekaligus kearifan ekologis.

Warga Sade masih setia menenun dengan alat tradisional, menyanyikan lagu Sasak, serta menjaga cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun. Bagi banyak peserta seminar, kunjungan ke Sade adalah pengalaman otentik.

Baca Juga: YLBHI Kecewa Putusan MK Tolak Gugatan UU TNI, Singgung Dissenting Opinion

Di balik gempuran pariwisata modern, desa ini bertahan dengan identitasnya. Ia menjadi aset berharga bagi NTB dan Indonesia: bukti bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan zaman.

Di tengah era digital, Sade mengajarkan makna “slow living” hidup selaras dengan alam, menghargai proses, dan menjaga harmoni komunitas.

Kekuatan Sade terletak pada konsistensi. Ia tidak berpura-pura modern untuk menarik turis, justru daya tariknya lahir dari kejujuran budaya.

Hal ini mengingatkan kita bahwa keunikan lokal adalah modal global. Di saat banyak kota besar berlomba membangun mal dan gedung pencakar langit, Sade membuktikan bahwa rumah tradisional pun bisa menjadi ikon dunia.

Mandalika: Lintasan ke Panggung Global

Kontras dengan suasana desa, hanya sekitar setengah jam perjalanan, berdiri megah Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Sirkuit ini adalah simbol modernitas Indonesia: berkelas dunia, dilengkapi fasilitas standar internasional, dan pernah menjadi sorotan global saat menggelar MotoGP serta World Superbike.

Baca Juga: KPK Bidik Pejabat KLHK dalam Kasus Suap Pengelolaan Hutan

Mandalika membawa Lombok ke peta dunia. Ia bukan sekadar arena balap, tetapi magnet ekonomi yang menggerakkan hotel, restoran, UMKM, hingga transportasi.