Hal ini disebabkan terputusnya akses jalan, jaringan listrik, dan sinyal komunikasi.
Baca Juga: Laporan BNPB: 25 Bencana di Indonesia, Karhutla Dominasi Kejadian Menonjol
Untuk mengatasi hambatan tersebut, penyaluran bantuan logistik sementara akan didukung oleh BPBD Provinsi NTT melalui jalur laut.
Distribusi bantuan dijadwalkan mulai Kamis (11/9). Bantuan yang akan dikirim mencakup 100 lembar selimut, 100 unit matras, 75 paket hygiene kit, 50 paket peralatan masak, dan 25 unit kasur lipat.
Selain itu, BPBD Provinsi juga merekomendasikan tambahan makanan siap saji untuk para penyintas.
Saat ini, penetapan status tanggap darurat sedang dalam proses. Bupati Nagekeo telah melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur NTT di Kupang untuk membahas langkah-langkah penanganan lebih lanjut.
“Setelah status tanggap darurat ditetapkan, BNPB akan segera mengirimkan personel untuk pendampingan, termasuk dukungan lain yang dibutuhkan warga terdampak,” demikian pernyataan resmi dari BNPB.
Kecamatan Mauponggo menjadi pusat pengungsian sementara. BPBD Kabupaten Nagekeo telah mendirikan posko yang kini menampung 30 jiwa.
Kebutuhan mendesak yang masih diperlukan meliputi tenda, bahan makanan, pakaian, kebutuhan bayi, dan opsi pengiriman bantuan melalui jalur udara ke wilayah-wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang Nagekeo.
(*Red)
















