Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah akhirnya selesai dan siap beroperasi.
Pelabuhan ini digadang-gadang akan menjadi pintu gerbang utama ekspor hasil bumi dari Kalimantan Barat, seperti kelapa sawit dan hasil tambang.
Baca Juga: Terminal Kijing Berbenah, Targetkan Jadi Hub Logistik di Kalimantan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan bahwa rampungnya proyek strategis ini akan berdampak signifikan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pelabuhan Kijing akan menjadi pelabuhan ekspor kita. Dana Bagi Hasil (DBH) sawit, DBH tambang, semuanya akan masuk ke Kalbar, tidak lagi tercatat di daerah lain,” kata Krisantus.
Menurutnya, selama ini ekspor hasil bumi Kalbar banyak tercatat di pelabuhan luar daerah, seperti Priok atau Dumai.
Hal itu menyebabkan DBH yang seharusnya menjadi hak Kalbar, justru mengalir ke daerah lain.
“Selama ekspor lewat Priok atau Dumai, hasilnya dianggap berasal dari sana. Padahal sawit dan tambang itu dari Kalbar. Dengan adanya Pelabuhan Kijing, perhitungan DBH akan lebih adil,” tegasnya.
Selain itu, peningkatan DBH akan memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Barat.
Hal ini akan mempercepat pemerataan pembangunan dan kemajuan daerah.
















